Ayo Mengaji dan Ber amar Ma'ruf Nahi Munkar

apakah kamu menyukai ini?

Rabu, 16 November 2011

" SOMEBODY Asked ME "







Adalah buku kumpulan tanya jawab melalui E-mai
Berisi 85 daftar bahasan dengan 527 halaman
Anda dapat memiliki buku ini dengan mengganti
ongkos cetak seharga Rp 100.000,-
Pemesanan melalui menu Contact yang ada di web Lantabur TV
( Biaya pengiriman ditanggung pemesan )

Bagi anda yang sudah login di web Lantabur TV
dapat menggunakan fasilitas :
- Ummat Bertanya Ustadz Menjawab -
Tanya - Jawab Melalui E-mail bersama Ust.Aceng karimullah

Adapun penjelasan lengkap tentang buku "SOMEBODY Asked ME"
Silahkan anda baca artikel dibawah ini.

Kegiatan dakwah tidak mesti harus dengan bahasa lisan dan dikumandangkan dari atas sebuah podium. Dakwah juga bisa dengan “pena” (bahasa tulisan), bahkan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (internet) dan jejaring sosial.Kalimat-kalimat dakwah pun tidak mesti dalam bentuk kalimat formal dan kaku tapi bisa juga dalam gaya bahasa yang santai dan lugas (tapi tetap serius) yang mudah dipahami oleh objek dakwah..



Sedangkan materi dakwah tidak hanya terbatas pada urusan sorga dan neraka (kehidupan akhirat) tapi harus mencakup semua aspek kehidupan dan kesehari-harian sehingga tercapailah tekad kita sebagai muslim bahwa “sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk mencari ridho Alloh tuhan seru sekalian alam”.


Inilah yang akan kita temukan dalam buku "SOMEBODY Asked ME ", jawaban-jawaban atas berbagai pertanyaan menyangkut masalah kesehari-harian beribadah dan bermasyarakat, dari soal aqidah dan ibadah sampai soal rumah tangga maupun pemilu, disajikan dengan kalimat-kalimat santai (malah terkadang kocak) tapi serius.

Senin, 17 Oktober 2011

Hidup dan bergaul dimasyarakat tidak boleh apatis terhadap permasalahan orang lain, perhatikan gambaran dibawah ini.

"Seekor tikus
mendatangi ular, dia
sedang panik dan
minta pendapat ular
karena pemilik rumah
akan memasang jebakan untuk tikus.
Sang ular dengan
kalem bilang: "Itu
bukan urusan saya".
Karena tidak dapat
tanggapan sang tikus mengadu kepada
ayam-kambing dan
terakhir sapa yang
paling besar dirumah
itu, karena mereka
semua hewan kesayangan pemilik
rumah. Tapi semua
sikapnya sama
dengan kalem mereka
berkomentar "Itu
bukan urusan saya". Dan sang tibus pun
sedih dalam
kesendirian karena
tidak satu pun yang
peduli. Beberapa hari
kemudian, sang istri pemilik rumah
menemukan jebakan
yang dipasang
suaminya berhasil,
tapi yang terlengkap
dan terjepit adalah seekor ular. Walau
sangat kesakitan, ular
pura-pura mati, dan
ketika istri pemilik
rumah membuka
jebakan, ular langsung menggigit
sekuatnya. Sang ibu
teriak ketakutan dan
kesakitan. Sang suami
marah sekali, lalu
membunuh ular sampai hancur
terpotong-potong.
Ternyata itu ular
berbisa, sang ibu
kakinya bengkak.
Kata tetangga "Obati dengan rebusan
ceker ayam". Sang
ayam jago
kesayangan pun
dipotong, cekernya
direbus untuk obat. Karena belum
sembuh, orang lain
bilang "Obati dengan
empedu kambing".
Sang kambing
kesayangan pun terpaksa dipotong,
lalu diambil
empedunya. Rupanya
ular itu berbisa sekali,
si ibu pun meninggal.
Sang suami sedih sekali, orang satu
kampung berduyun-
duyun melayat sampai
beberapa hari. Untuk
menghormati tamu,
maka sapi kebanggaan keluarga
akhirnya dipotong
untuk menjamu tamu-
tamu. Sang tikus
sekarang sudah
tenang karena jebakan tikusnya
sudah dibuang dan
yang jadi korbannya
adalah ular, ayam,
kambing, dan sapi
yang tadinya melecehkan jebakan
untuk dirinya.
Kesimpulan: Jangan
tidak peduli, acuh tak
acuh terhadap
masalah orang lain. Karena bisa saja,
akibatnya justru akan
menimpa kita. ORG 46.13 september
2011 www.facebook.com/
note.php?note_id=
10150290805826916
&refid=21

جَزَاكَ الله خَيْرًا

Bab Syar'i Dan Lagu Serta Musik Terlarang

‎1. Yang artinya: “Umat ku
rusak di tangan pemuda yang
bodoh”. (HR. Bukhori).

2. Yang artinya: “Satu orang
yang faqih (memiliki
kepahaman agama) sangat
sulit bagi syaitan untuk
menggodanya dari pada seribu
orang yang ahli beribadah (tapi tidak memiliki
kepahaman agama)”. (HR.
Ibnu Majah).

3. Yang artinya: “Termasuk
seseorang yang Islamnya
bagus ialah dia meninggalkan
sesuatu yang tidak
bermanfa’at buatnya”. (HR.
Tirmidzi).

4. Yang artinya:
“Sesungguhnya beruntunglah
orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang-orang yang
khusyu' dalam sholatnya, dan
orang-orang yang menjauhkan diri dari
(perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna”. (QS. Al-
Mu’minuun, No. Surat: 23,
Ayat: 1-3).

5. Yang artinya: “Dan (ciri-ciri
orang-orang yang bakal
masuk surga ialah) orang-
orang yang tidak
memberikan persaksian palsu,
dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang
mengerjakan perbuatan-
perbuatan yang tidak
berfaedah (lahan), mereka
melaluinya dengan menjaga
kehormatan dirinya”. (QS. Al- Furqon, No. Surat: 25, Ayat:
72).

6. Yang artinya:
“sesungguhnya sebagian syair
itu mengandung hikmah”.
(HR. Tirmidzi).
Yang artinya: “Umumkan lah
perkawinan ini, dan jadikanlah perkawianan itu
didalam masjid, dan pukullah
tabuh-tabuhan untuknya”. Tentang bolehnya
mengadakan hiburan saat
pesta pernikahan telah
dijelaskan di dalam Hadits
Tirmidzi Juz 6, Hal: 135,
dari
Amir bin Sa’din, berkata: 1. Yang artinya: “Aku masuk
ketempat Qurodhzoh bin
Ka’bin dan Abi Mas’udin Al-
Anshoriy dalam acara pesta
pernikahan dan ketika
biduan-biduan bernyanyi, aku berkata: “Kalian berdua kan
sahabat Rosulillahi
Shollalloohu Alaihi Wasallam
dan termasuk Veteran perang
Badar, kok hal ini dilakukan di
sisi kalian? Lantas Qurodhzoh berkata: “Duduklah bersama
kami, kalau kamu suka
dengarkan dan kalau kamu
tidak suka pergilah, sungguh
kami telah diberi keringanan
dalam hal lahan (hiburan) pada saat pesta pernikahan”.
2. Yang artinya: “Pisahkan lah
antara tabuh-tabuhan (orkes)
dan suara-suara (nyanyian)
yang harom dan yang halal
(antara yang boleh dan tidak
boleh)”.
3. Yang artinya: “Lagu-lagu itu
dapat menumbuhkan sifat
munafik di dalam hati
sebagaimana air dapat
menumbuhkan tanaman”.
(HR. Al-Baihaqi).
4. Yang artinya: “Sungguh,
bila perutnya seseorang
dipenuhi nanah sehingga
nanah tersebut merusaknya,
itu lebih baik dari pada ia
memenuhinya dengan syair”. (HR. Bukhori).
5. Yang artinya: “Barang siapa
yang mendengar pada suara
lagu-lagu maka baginya tidak
akan diidzinkan untuk
mendengarkan lagu-lagunya
para Bidadari dalam surga”. (HR. Al-Hakim).
6. Yang artinya: “Apakah
akan aku beritakan
kepadamu, kepada siapa
syaitan- syaitan itu turun?
Mereka (syaitan) turun
kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, Mereka
menghadapkan pendengaran
(kepada syaitan) itu, dan
kebanyakan mereka adalah
orang-orang pendusta. Dan
penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Tidakkah kamu melihat
bahwasanya mereka
mengembara di tiap-tiap
lembah [bahwa sebagian
penyair-penyair itu suka mempermainkan kata-kata
dan tidak mempunyai tujuan
yang baik yang tertentu dan
tidak punya pendirian], dan
bahwasanya mereka suka
mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan
(nya)? Kecuali orang-orang
(penyair-penyair) yang
beriman dan beramal sholeh
dan banyak menyebut Alloh
dan mendapat kemenangan sesudah menderita
kedhzoliman. dan orang-
orang yang dhzolim itu kelak
akan mengetahui ke tempat
mana mereka akan kembali”.
(QS. Asy-Syuaroo’, No. Surat: 26, Ayat: 221-227).
7. Yang artinya: “Barang siapa
yang merasa senang terhadap
kebaikannya dan merasa jelek
terhadap perbuatan jeleknya
maka itulah orang iman”. (HR.
Tirmidzi).
8. Yang artinya:
“Sesungguhnya orang iman
itu melihat dosa-dosanya
sebagaimana dia duduk
dibawah gunung dengan perasaan takut bila gunung tersebut menjatuhinya,
sedangkan orang durhaka
melihat dosa-dosanya
sebagaimana seekor lalat yang
lewat atas hidungnya”. (HR.
Bukhori). ‎ جَزَاكَ الله خَيْرًا

Tausiyah

‎Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Sholawat serta salam semoga terlimpahkan atas muhammad Rosulullah yang selalu setia terhadap ajaran dan sunnah-sunnahnya.
Selayaknya kalau kita bermukhasabah, introspeksi diri, selalu melihat kedalam pribadi kita sebelum memberi penilaian terhadap suatu masalah. Berkaca terhadap diri sendiri adalah hal bijaksana untuk kita lakukan, sebelum kita mempresisikan pada orang lain. "Karena barang siapa yang mengenal Robbnya tentu ia akan sibuk berkhidmat kepadaNya dengan meninggalkan hawa nafsunya". Hendaknya kita tidak luruh dan tersibghah dengan kondisi zaman, dan selayaknya kita tetap konsisten dengan akidah dan ke imanan yang kita miliki, konsisten terhadap keyakinan Bahwa Alloh dan Rosululloh SAW tempat segala sesuatu persoalan kita kembalikan.
Mari kita introspeksi diri dan menoleh kebelakang lagi Sudah benarkah SYAHADAT kita, sesuaikah KEIMANAN kita dengan AL QUR'AN dan AS SUNNAH (AL HADITS), Benarkah MANHAJ dan HUKUM yang kita terapkan dalam kehidupan kita, Rosululloh SAW bersabda :"Iman dan amal adalah dua saudara yang saling menemani didalam persahabatan, Alloh tidak menerima salah satu di keduanya kecuali dengan sahabatnya". (HR. Ibnu Syahiin Fissunah An Ali). "Iman itu adalah kepercayaan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan Anggota". (HR. Ibnu Majah).
"Bukankah iman itu sekedar cita-cita (angan-angan) saja, akan tetapi iman itu suatu kepercayaan yang tetap dalam hati, dan dibuktikan dengan amal perbuatan". (HR. Dailami).
Semoga Agenda ini bisa menjadikan bahan renungan untuk berinstropeksi diri tentang keimanan, tentang manhaj, ataupun sikap yang seyogyanya kita lakukan. Amin

Alhamdulilah Jaza Kumullohu Khoiron

www.generus313.blogspot.com ‎جَزَاكَ الله خَيْرًا

Rabu, 03 Agustus 2011

SEKELUMIT TENTANG ANAK - ANAKSEKELUMIT TENTANG ANAK - ANAK

Dunia tengah dilanda
GLOBALISASI yang
berkembang sedemikian
pesatnya telah mengubah
tatanan segala aspek
kehidupan manusia, dengan konsekuensi logis menuntut
persiapan prima ilmu yang
berdaya guna dan tepat guna,
untuk bisa meraih sukses
kehidupan bangsa dan negara
di masa depan. Disisi lain ada pendapat
betapapun dahsyatnya
perubahan suatu tatanan pasti
ada INTI yang tetap, tidak
berubah, demikian juga
didalam meraih sukses kehidupan. Yaitu konsep diri positif,
perasaan jati diri yang berarti,
smart dan memiliki
kemampuan, kalau
diterjemahkan dalam
organisasi kita adalah, konsep cari ilmu dan mengamalkan,
dengan niat krana Alloh,
berpikir positi dan berkarya
nyata yang terbaik, memiliki
kecerdasan dan kemampuan
serta jati diri dalam membela agama Alloh, tampil sebagai sosok manusia yang jujur,
dapat dipercaya, mau kerja
keras disertai iman yang
kuat, mengajak bisa rukun,
kompak dan mau serta
mampu bekerja sama untuk kebaikan bersama dalam
menyelamatkan dunia dari
kerusakan karena ulah
manusia yang serakah, haus
kekuasaan dan tak kenal
kenyang akan harta. Hasil penelitian Thomas J.
Stanley (2001), bahwa faktor
sukses manusia lebih
ditentukan oleh faktor:
1. Kejujuran
2. Disiplin
3. Kemampuan komunikasi
4. Daya juang
5. Kepemimpinan
6. Semangat , bukan sekedar
faktor akademik Ternyata hasil penelitian ini
poin tersnya sama dengan
yang telah diijektihatkan oleh
Ulama kita dalam 5 Bab dan 6
TL, ditambah dengan 4 Tali
Keimanan. Pendidikan tidak hanya memberikan aspek kognisi
atau akademik saja tetapi
juga aspek mental, spiritual, a
emosi dan sosial sebagai
fondasi anak didik menjadi
pribadi yang mandiri, percaya diri memiliki harga diri, cakap,
cerdas, ulet, teguh pada tujuan
dan sukses kehidupan nya
di masa mendatang. Fondasi sukses harus dibangun
sejak kecil, melalui saat proses
konstruksi diri melalui
pendidikan di rumah dan
sangat ditentukan oleh proses pendidikan anak sejak usia dini di PG (Play Group)/TK, SD
dan SMP, disekolahpun anak
harus menerima pendidikan
dan pengajaran oleh para
Pendidik dan Pengajar.
Didalam organisasi LDII alhamdulillah telah berjalan
program untuk membina
anak sejak dini melalui program PPG. Hasil dari beberapa penelitian
pada sekolah-sekolah ditemui
metode saat ini sebagian besar
dapat dikatakan sekolah lebih
sering menjadi beban bagi
anak didik, yang kadang sering menimbulkan stress
dan takut pada murid, karena
proses pendidikan yang tidak
berpihak pada anak, dan
kurang menghargai pada
keunikan anak . Banyak ditemukan anak yang
merasa bodoh, tidak mampu,
minder, tidak percaya diri,
malas, merasa sekolah atau
belajar itu sulit dan tidak
menyenangkan. Akhirnya mereka cenderung
memutuskan untuk mogok
sekolah dan berhenti belajar,
lebih senang menjadi anak
jalanan, dengan bermodalkan beberapa tutup botol coca cola sebagai alat musik
mengamen, merasakan hidup
bebas dan bahagia juga
mendapatkan penghasilan.
Sampai kapan kondisi yang
demikian itu akan bertahan dan seperti apa kualitas
bangsa dimasa depan, kalau
anak jalanan semakin banyak
dikota-kota bukan hanya
kota besar saja??? Siapakah yang memikirkan
dan bertanggung jawab untuk
mencari solusi menhadapi
fenomena demikian itu ?
Karena mereka-mereka yang
berkompeten dalam awal tahun 2011 saja sudah sibuk
mennyusun strategi kekuatan
bukan untuk memikirkan
masalah bangsa, tetapi yang
dipikirkan adalah bagaimana
bisa survive di PILKADA dan PIL-PIL lainnya tahun 2014
nanti Wooow….. Dengan pola
kerja yang demikian
dapatkah setidak-tidaknya
mengurangi,atau
menghilangkan untuk menyulap predikat
“KEMISKINAN DAN
KEBODOHAN “ menjadi bangsa
Indonesia yang “MAKMUR,
SEJAHTERA, CERDAS DAN
BERWIBAWA” Wooow alangkah indahnya
Nusantaraku. Wahai para intelektual dan
profesional muda LDII olah pikir dan karya nyata anda
semua, dinanti-nanti oleh
mereka, ujudkanlah, anda
semua pasti bisa karena Alloh
selalu bersama kita. Profesor Martin Seligman dari
University of Penninsylvania
menyebut kondisi tersebut
sebagai “learned helplessness
dan dapat berakibat sangat
buruk terhadap masa depan anak. Perlu kita pikirkan
kedepannya bagaimana
sekolahan-sekolahan dapat
menciptakan suasana dimana
murid belajar dengan senang,
gembira dan antusias dibawah bimbingan pengajar dan
pendidik yang
berpengalaman, yang bisa
sabar, ramah, penuh perhatian
serta dekat dengan murid
yang concern mengajar dan mendidik tidak dibebani
memikirkan bagaimana untuk
cari tambahan dengan
memanfaatkan jabatan dan
kewenangannya.
Kembangkan konsep untuk menjadikan murid/anak didik
dengan konsep diri positif,
percaya diri, mampu mandiri, suka belajar, disiplin,
berharga, cakap dan mampu. Berikan waktu murid lebih
lama dekat dengan
keluarganya masing-masing
agar bisa mengembangkan
bakat-bakatnya, sebaliknya
orang tua juga harus bisa menyediakan waktu untuk
hal tersebut. Jadikan orang tua murid
sebagai mitra pendidikan,
secara rutin selenggarakan
pelatihan bagi para orang tua
agar dapat membantu anak
bertumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Materi pelatihan meliputi
perenting, psikologi
perkembangan dan proses
konstruksi diri, mengenali
kepribadian, pola asuh dan
komunikasi yang efektif untuk membantu anak
berkembang, mengenali gaya
belajar, cara kerja pikiran dll.

Dengan ini Mereka
menemukan LDII
Surabaya : 4tali keimanan pekerjaan memikirkan
masalah suatu negara opini anak jalanan konsep diri positif pada anak
jalanan harga diri dan percaya diri
dalam pembelajaran anak Guna kita mempunyai ilmu
jati diri fenomena stres sekolah dalam
perkembangan anak didik empat tali keimanan di ldii Dapatkah dikatakan
pengajaran yang berhasil
adalah juga belajar yang
berhasil?mengapa demikian? dapatkah dikatakan bahwa
pengajaran yang berhasil
adalah juga belajar yang
berhasil


Di petik dari :
www.ldiisurabaya.org/sekelumit-tentang-anak-anak/


جَزَاكَ الله خَيْرًا

Selasa, 02 Agustus 2011

Kemenag Batu Gelar Rukyah Di NgliyepKemenag Batu Gelar Rukyah Di Ngliyep

SABTU, 30 JULI 2011 - 08:14
WIB BATU, MALANGRAYA.info –
Kementerian Agama Kota
Batu akan menggelar rukyah
untuk penentuan bulan
Ramadan, di Pantai Ngliyep,
Desa Kedung salam Kecamatan Donomulyo, Kabupaten
Malang, Minggu (31/7) besok.
Tim rukyah terdiri dari 30
orang dari berbagai unsur.
Yakni, dari perwakilan NU,
Muhammadiyah, LDII, Al Irsyad, dan MUI. “Kami akan berangkat dari
Kantor Kemenag Kota Batu,
sekitar pukul 13.00 menuju
Pantai Ngliyep. Kami akan
melakukan rukyah, apakah
hari itu bisa melihat bulan atau tidak,” ungkap M Satari, Ketua
Badan Hisap Rukyah (BHR)
Kota Batu, kemarin. Pihaknya berharap, timnya
bisa melihat bulan dalam
rukyah kali ini. Masalahnya,
beberapa hari terakhir cuaca di
Malang Raya sangat cerah
sehingga kemungkinan tim rukyah bisa melihat bulan
sangat besar. Jika tahun-tahun
sebelumnya, tim tidak bisa
melihat rukyah karena
suasana tertutup mendung. Tim sendiri sebenarnya sudah
memiliki alat canggih dengan
harga Rp 100 juta. Namun
karena tebalnya mendung,
mereka tetap tidak bisa
melihat bulan. “Ya itulah kekuasaan Allah,
secanggih apapun kalau
mendung tebal bulan masih
belum bisa terlihat,” tegas Kasi
Urusan Haji Kemenag Kota
Batu ini. Jika tim ternyata tidak bisa
melihat bulan dalam rukyah
itu, dia kembali pada aturan
yang sudah diberikan
Kemenag Pusat untuk
penentuan 1 Ramadan. Sesuai edaran itu, 1 Ramadan akan
jatuh Senin, 1 Agustus
sehingga umat Islam sudah
harus berpuasa pada hari itu. “Berdasarkan hisap
(hitungan), 1 Ramadan
memang jatuh pada Senin (1
Agustus). Namun kami juga
ingin memastikan jika Senin
lusa adalah 1 Ramadan dengan dibuktikan terlihatnya bulan
sabit,” pungkasnya.


www.malangraya.info/2011/07/30/081437/1511/kemenag-batu-gelar-rukyah-di-ngliyep/

جَزَاكَ الله خَيْرًا

Senin, 18 Juli 2011

جَزَاكَ الله خَيْرًا